Kampoong Hening : Jalan Menuju Kejernihan Hati

Bagaimana Kecerdasan Emosi Seorang Pembicara Mempengaruhi Audiens? Ini Jawabannya!

Dalam hidup ini, Anda setidaknya pasti pernah mendengar seorang pembicara yang berceloteh dengan sangat luwes dan lancar. Setiap kata-kata yang keluar dari bibir mereka terdengar sangat syahdu dan menusuk di hati. Sehingga, tidak jarang audiens yang terhipnotis dan menuruti semua ajaran yang diberikan oleh pembicara tersebut.

Pernahkah Anda memikirkan, apa yang menjadikan pembicara tersebut begitu dipercaya dan begitu berpengaruh? Semua kata-katanya terdengar masuk akal dan membekas dalam relung hati kita yang paling dalam. Penasaran dengan hal ini? Mari simak di sini.

 

Pengaruh Kecerdasan Emosional Seorang Pembicara terhadap Audiens

Seorang pembicara yang baik adalah mereka yang mampu merangkai kata-kata dan membuat orang percaya dengan apa yang mereka sampaikan. Terutama bagi seorang pembicara publik yang membawa topik penting seperti hati, agama, perilaku dan semacamnya. Kemampuan berbicara mereka harus kuat dan mampu mempengaruhi orang yang mendengarkannya.

Nyatanya, kemampuan berbicara seperti ini dilatarbelakangi oleh kecerdasan emosional dari pembicara tersebut. Kemampuan mengelola emosi dan menyalurkannya dalam bentuk yang tepat adalah salah satu fungsi dari kecerdasan emosional bagi seorang pembicara.

Berikut ini adalah pengaruh kecerdasan emosional seorang pembicara terhadap audiensnya yaitu :

  1. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Pembicara yang hebat adalah mereka yang memiliki kepercayaan diri tinggi, bukan hanya mereka yang memiliki keunggulan saja. Kepercayaan diri datang dari dalam diri masing-masing individu. Meskipun tidak memiliki keunggulan terutama dalam hal materi, seorang pembicara tetap mampu tampil dengan percaya diri.

Hal ini dikarenakan kecerdasan emosional mereka yang sangat tinggi. Mereka mampu mengelola dan menempatkan emosi sesuai kebutuhan dan tepat pada tempatnya. Segala permasalahan hidup yang terjadi di luar sesi diskusi tidak akan mengganggunya walau sedikit pun.

Oleh sebab itu, pembicara ini tetap mampu berbicara dengan baik dan luwes di depan publik. Mereka mampu mengotak-ngotakkan perasaan yang tidak ada hubungannya dengan tema dari acara yang dibawakannya.

  1. Mampu Mengelola Emosi dan Meluapkannya dengan Cara yang Tepat

Pembicara yang baik adalah mereka dengan kecerdasan emosional yang tinggi karena diperlukan kemampuan yang tidak biasa dalam mengelola emosi. Menjadi pembicara berarti harus mampu berdiri di depan orang banyak dengan berbagai macam tatapan.

Ada tatapan percaya, ada tatapan berharap dan bahkan juga ada tatapan meragukan. Pembicara hebat mampu menanggulangi semua perasaan yang ada dalam hatinya dan menyalurkannya dengan baik melalui cara yang tepat.

  1. Mampu Memahami Perasaan dan Kebutuhan Audiens

Pembicara yang mampu mempengaruhi audiensnya adalah mereka yang bisa membaca emosi atau perasaan audiens. Pembicara mengerti apa alasan audiens datang ke forum mereka.

 

Kecerdasan emosional yang tinggi membuat pembicara memahami apa yang dibutuhkan oleh audiens. Mereka akan merangkai kata-kata yang ingin didengar oleh para audiensnya. Itulah mengapa kata-kata pembicara biasanya akan terdengar merasuk ke dalam hati dan jiwa.

 

Ingin menjadi pembicara yang hebat dan handal yang kata-katanya bisa mempengaruhi audiens? Jawabannya adalah mengikuti pelatihan yang ada di Kampoong Hening. Di tempat ini, disediakan beberapa pelatihan untuk meningkatkan kecerdasan emosional pembicara.

Perlu diketahui, semua kemampuan pembicara yang diterangkan diatas bersumber dari kecerdasan emosional yang tinggi. Oleh sebab itu, seorang pembicara harus memiliki hal ini. Tanpa kecerdasan emosional tinggi, Anda hanya akan menjadi pembicara biasa. Mungkin terlihat pintar namun kata-kata Anda tidak bisa mempengaruhi pikiran audiens apalagi untuk menggerakkannya.

Oleh sebab itu, pelatihan di Kampoong Hening sangat disarankan bagi Anda yang ingin meningkatkan kecerdasan emosional diri. Mungkin tidak untuk menjadi pembicara handal, namun setidaknya Anda bisa menjadi orang dengan jiwa sosial tinggi yang bermanfaat bagi orang lain.

Scroll to Top