Kampoong Hening : Jalan Menuju Kejernihan Hati

Hubungan Kesehatan Mental Siswa dengan Pencapaian Prestasi

Banyak orang tua yang berpendapat bahwa dengan belajar keras, seorang anak akan meraih banyak prestasi akademik. Dalam hal ini mereka melupakan aspek kesehatan mental siswa yang ternyata juga sangat berpengaruh.

Pencapaian prestasi seorang siswa tidak hanya dilatarbelakangi tingkat kepandaian dan kerajinan saja, namun juga bagaimana kondisi kesehatan mentalnya. Berikut ini akan dijelaskan lebih mendetail.

 

Antara Kesehatan Fisik, Kesehatan Mental Siswa dan Prestasi

Prestasi adalah sebuah pencapaian yang cukup membanggakan bagi seorang siswa dan terutama bagi kedua orang tuanya. Bahkan, banyak orang tua yang memforsir anaknya untuk meraih berbagai macam barisan prestasi akademik ataupun non akademik.

Demi tujuan para orang tua ini, mereka memasukkan anak-anaknya ke berbagai kursus atau lembaga pelatihan. Menjalani kursus privat yang satu dan yang lainnya. Setiap jam berganti pelajaran yang harus diikuti. Hari demi hari dilalui dengan sangat sibuk demi sejumlah prestasi membanggakan.

Sayangnya, orang tua melupakan hal penting. Mereka hanya memperhatikan kesehatan fisik dari anak-anaknya. Mereka memberikan makanan bergizi, multivitamin, minuman sehat dan lain sebagainya untuk menunjang kesehatan fisik anak. Namun, mereka melupakan sisi kesehatan mental siswa atau anaknya.

 

Menjalani aktivitas yang begitu padat, anak-anak juga bisa stress. Mereka juga merasakan lelah dan letih harus memaksa otak dan tubuh terus menerus berpikir dan bergerak. Anak-anak ini mungkin telah merasa jenuh harus berjibaku dengan semua aktivitas melelahkan tersebut.

Hal ini dapat berakibat buruk. Kesehatan mental siswa ini bisa terganggu. Bahkan tidak sedikit siswa yang berbuat negatif tanpa sepengetahuan orang tuanya. Mereka mangkir dari tempat kursus dan pergi bersenang-senang. Mereka juga mengonsumsi narkoba untuk menghilangkan kepenatannya.

 

Akibatnya, bukan hanya prestasi mereka saja yang akan rusak. Kehidupan mereka di masa mendatang pun akan terancam. Siswa yang sudah terang-terangan melakukan pelanggaran sudah pasti terganggu kesehatan mentalnya. Mereka tidak lagi mengindahkan aturan dan norma yang berlaku.

Tentu saja hal ini adalah sesuatu yang sangat ingin dihindari oleh orang tua. Karena itu, menjaga kesehatan mental anak atau siswa itu sangat penting. Bukan hanya kesehatan fisiknya saja, kejiwaan mereka pun butuh asupan bergizi agar seimbang dan berjalan normal.

 

Lalu bagaimana caranya jika siswa atau anak sudah terlanjur mengalami gangguan kesehatan mental? Adakah cara mengatasinya supaya mereka bisa kembali sehat dan tidak melakukan kegiatan yang negatif lagi?

 

Ada satu cara yang sangat efektif untuk mengembalikan atau menyembuhkan gangguan kesehatan mental siswa yang seperti ini. Sejatinya, mereka hanya jenuh dan bosa akan aktivitas rutin yang menyesakkan. Anak-anak ini butuh ruang untuk bernafas.

Bawalah anak-anak atau siswa berprestasi ini ke Kampoong Hening. Di tempat ini, mereka dapat melakukan rehabilitasi untuk keluar dari perilaku dan gangguan kesehatan mental. Di sini, siswa ini akan mendapatkan pelajaran dan pengetahuan mendalam tentang bagaimana mengobati diri sendiri.

 

Tersedia bermacam-macam aktivitas luar ruangan yang bisa dimanfaatkan untuk menyeimbangkan kesehatan fisik dan mental siswa. Di tempat ini, juga disediakan penginapan bagi siswa yang ingin tinggal dan merasakan kesejukan udara yang masih alami.

Kampoong Hening adalah tempat yang sempurna untuk menjernihkan hati dan pikiran. Mengembalikan segala perasaan buruk, menyesakkan, luka hati, dendam, kejenuhan dan lain sebagainya. Mengubahnya menjadi sebentuk energi positif supaya bisa menjalani hidup yang lebih bermakna.

Kesimpulannya, kesehatan mental siswa itu sangat penting untuk mendukung meraih prestasi yang diinginkan. Jangan meletakkan anak-anak atau siswa dalam kotak kesibukan panjang dan merenggut masa mudanya. Hal ini sangat tidak baik untuk perkembangan siswa secara keseluruhan.

Scroll to Top