Kampoong Hening : Jalan Menuju Kejernihan Hati

Kecerdasan emosional vs Kecerdasan Intelektual? Mana yang Lebih Penting?

Pada dasarnya, kecerdasan emosional vs kecerdasan intelektual adalah dua hal yang sama-sama perlu diperjuangkan. Namun, nampaknya pandangan ini tidak sepenuhnya dipahami oleh para orang tua. Pasalnya, tidak sedikit dari orang tua yang terus menerus menekan anak-anaknya untuk menjadi juara kelas.

Mereka sama sekali tidak mengetahui atau bahkan bertanya seberapa banyak orang yang pernah ditolong, seberapa banyak sahabat yang dimiliki dan lain sebagainya. Bukankah ini menunjukkan bahwa orang tua hanya condong pada kemampuan intelektual saja?

Seberapa Penting Kecerdasan emosional vs Kecerdasan Intelektual

Seorang anak akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang diberikan oleh orang tuanya. Terutama untuk masalah watak dan karakter, lingkungan keluarga adalah lingkungan yang paling pertama memberikan penanaman dan pelajaran kesehatan mental dan kejiwaan.

Bagus atau tidaknya kecerdasan intelektual sebagian besar dipengaruhi oleh faktor genetika. Orang tua yang pintar dan cerdas umumnya akan melahirkan anak yang pintar dan cerdas juga. Namun, kecerdasan ini masih bisa ditingkatkan terutama dengan belajar dan berlatih.

Sedangkan, kecerdasan emosional tidak terlalu dipengaruhi oleh faktor genetika. Watak dan karakter seseorang bisa saja didapatkan dari orang tuanya namun bukan dari keturunan genetika.

Mereka memiliki sifat yang serupa karena dirawat sejak kecil dan dipertontonkan karakter tertentu. Salah satu contohnya adalah karakter baik dan suka menolong. Anak akan belajar karakter ini dari ibunya yang ringan tangan terhadap sesama dan mudah membantu orang lain.

Singkatnya, kecerdasan emosional lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal dibandingkan faktor internal. Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat ambil andil dalam pembentukan kecerdasan emosional. Ketiga faktor ini saling bersinergi membentuk kecerdasan emosional yang baik.

Hubungan antara kecerdasan emosional vs kecerdasan intelektual sangat erat terutama dalam pembentukan karakter. Siswa yang cerdas dan pintar namun tidak memiliki empati biasanya akan tumbuh menjadi anak yang egois dan tidak disukai teman-temannya.

Selain itu, siswa dengan karakter seperti ini akan mudah emosi, stress hingga depresi. Mereka terus menerus dituntut untuk bisa memenuhi target yang diinginkan orang tuanya sedang mereka memiliki minat yang berbeda.

Sedangkan, siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi namun kecerdasan intelektualnya rendah akan tampil sebagai anak yang supel dan mudah bergaul. Namun dia akan mengalami sedikit kesulitan dalam pelajaran akademiknya.

Idealnya, seorang anak harus memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual yang sama-sama tinggi. Mereka akan lebih tangguh, tahan banting, bersemangat, senang menjalani hidup, optimis dan semacamnya.

Intinya, antara kecerdasan emosional vs kecerdasan intelektual harus benar-benar seimbang. Sebaiknya, kedua aspek kecerdasan ini memang sama-sama digali dan ditingkatkan. Keduanya harus sama-sama hadir dalam masa pertumbuhan anak-anak.

Kecerdasan intelektual banyak digali dan dibentuk di sekolah formal. Hampir semua sekolah bertujuan untuk membuat anak didik mereka sukses dan berhasil secara angka. Namun kini, ada sekolah yang berorientasi pada pembentukan karakter. Mereka mengedepankan kecerdasan emosional dibandingkan kecerdasan intelektual.

Bagi Anda yang tidak sempat memasukkan anak ke sekolah karakter seperti ini, tidak perlu khawatir. Kami hadir di sini untuk Anda dan keluarga. Kami dari Kampoong Hening menawarkan program peningkatan kecerdasan emosional bagi Anda.

Pelatihan ini sangat menarik karena Anda akan diajak melakukan kegiatan di alam bebas. Melihat pemandangan pohon dan bunga adalah cara yang tepat untuk menghilangkan stress dan amarah.

Kampoong Hening adalah tempat yang cocok untuk membangun kepribadian dan karakter anak melalui berbagai macam pelatihan. Kampoong Hening adalah tempat yang tepat untuk menyeimbangkan kecerdasan emosional vs kecerdasan intelektual. Mari coba sekarang juga.

 

Scroll to Top