Kampoong Hening : Jalan Menuju Kejernihan Hati

Membangun Kecerdasan Emosi dalam Organisasi untuk Meminimalis Gesekan

Organisasi merupakan sebuah wadah yang terdiri dari beragam karakter individu dan kepentingan. Karena tidak selalu tujuannya sama, dibutuhkan kecerdasan emosi dalam organisasi.

Seorang individu yang tergabung dalam sebuah organisasi pasti membawa misi dan tujuan dalam dirinya. Ada yang ingin sukses, ada yang ingin menyalurkan hobi atau bakat dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, kecerdasan emosi harus ada supaya tidak terjadi gesekan selama berorganisasi.

Poin Penting Kecerdasan Emosi dalam Organisasi

Setiap individu dilahirkan berbeda dan memiliki pemikiran masing-masing. Namun, kecerdasan emosional membantu setiap individu mengenali dan memahami perasaan orang lain. Sehingga timbullah rasa saling mengerti antar sesamanya.

Kecerdasan emosi dalam organisasi sangat diperlukan. Seperti kita ketahui bahwa berorganisasi memang untuk mencapai tujuan bersama-sama. Terlepas dari kepentingan apapun yang melatarbelakangi bergabungnya seorang individu, tujuan organisasi tetap sama.

Supaya tujuan bersama itu bisa dicapai, semua individu dalam organisasi harus bergerak selaras dan harmonis. Jika tidak, pasti akan timbul gesekan-gesekan yang bisa memberikan pengaruh negatif.

Berikut ini adalah poin penting dari unsur kecerdasan emosi dalam organisasi. Diantaranya adalah :

  1. Mampu Mengatasi Stress

Anggota organisasi adalah seorang individu biasa yang juga memiliki permasalahan dalam hidupnya. Permasalahan juga dapat timbul dalam organisasi jika berhubungan dengan orang lain.

Namun, mereka dengan kecerdasan emosional yang tinggi mampu mengatasi stress akibat permasalahan-permasalahan tersebut. Mereka bisa meredakan amarah dan rasa tertekan dengan baik sehingga tidak menimbulkan stress dan depresi di kemudian hari.

  1. Mampu Mengendalikan Nafsu atau Dorongan Hati

Kelebihan dari kecerdasan emosional yang tinggi adalah kemampuan untuk mengendalikan nafsu atau dorongan hati. Mereka mampu menahan diri dari gejolak sesaat seperti amarah atau keinginan memiliki sesuatu hal saat itu juga.

Orang-orang seperti ini sering disebut dengan orang yang sabar dan tidak memaksakan kehendaknya sendiri. Mereka mengendalikan dorongan terutama nafsu negatif yang akan merugikan dirinya sendiri suatu saat.

  1. Mampu Mengelola Suasana Hati

Salah satu kelebihan kecerdasan emosi dalam organisasi adalah kemampuan untuk mengelola suasana hati. Permasalahan pribadi yang timbul baik positif atau negatif tidak banyak berpengaruh dalam perilaku atau kepribadiannya. Mereka bisa menyembunyikan perasaan dengan baik tanpa harus memperlihatkan melalui sikap.

  1. Mampu Memotivasi Diri

Orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi biasanya adalah orang yang energik, produktif dan efektif. Apapun permasalahan dan kendala yang dialami dapat dijadikan pelajaran untuk memotivasi diri sendiri dan orang lain.

Mereka cenderung tampil sebagai pribadi yang ceria dan menyenangkan. Mereka mampu menemukan solusi terbaik untuk lepas dari sebuah permasalahan dan menjadikan hidup lebih baik dari sebelumnya.

  1. Mampu Memahami Orang Lain

Hal yang paling penting dari kecerdasan emosional dalam organisasi adalah kemampuan untuk menyadari, memahami dan menghargai perasaan orang lain. Ini yang biasa disebut dengan perasaan empati.

Empati artinya memandang kondisi atau keadaan dari kacamata orang lain yang bersangkutan. Mencoba mengerti dari kacamata orang yang mengalami akan membuat timbul rasa empati pada mereka. Ini sangat penting dalam sebuah organisasi.

Organisasi adalah tempat yang sangat baik untuk melatih kecerdasan emosional seseorang. Disini, mereka akan berbaur dengan orang lain dengan berbagai macam kepentingan. Dengan bekal kecerdasan emosional yang tinggi, mereka akan mampu menjadi bagian positif dari organisasi tersebut.

Jika Anda ingin belajar, melatih dan membentuk kecerdasan emosi dengan baik, Kampoong Hening menyediakan berbagai sarana dan fasilitasnya. Didukung terapis dan konselor berpengalaman, tempat ini sangat tepat untuk melatih kecerdasan emosi dalam organisasi.

 

Scroll to Top